HADITH.One

Indonesian

Support
hadith book logo

Sahih Ibn khuzaimah

.

صحيح ابن خزيمة

1101

صحيح ابن خزيمة ١١٠١: نا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ، نا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ، نا أَبُو مَسْلَمَةَ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: زُرْتُ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَوَافَقْتُ لَيْلَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَحَرٍ طَوِيلٍ، فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي، فَقُمْتُ فَتَوَضَّأْتُ، ثُمَّ جِئْتُ فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ، فَلَمَّا عَلِمَ أَنِّي أُرِيدُ الصَّلَاةَ مَعَهُ أَخَذَ بِيَدِي فَحَوَّلَنِي عَنْ يَمِينِهِ، فَأَوْتَرَ بِتِسْعٍ أَوْ سَبْعٍ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، وَوَضَعَ جَنْبَهُ حَتَّى سَمِعْتُ ضَفِيزَهُ، ثُمَّ أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَانْطَلَقَ، فَصَلَّى. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: هَاتَانِ الرَّكْعَتَانِ اللَّتَانِ ذَكَرَهُمَا ابْنُ عَبَّاسٍ فِي هَذَا الْخَبَرِ يُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ أَرَادَ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الْوِتْرِ، كَمَا أَخْبَرَتْ عَائِشَةُ، وَيُحْتَمَلُ أَنْ يَكُونَ أَرَادَ بِهِمَا رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ اللَّتَيْنِ كَانَ يُصَلِّيهِمَا قَبْلَ صَلَاةِ الْفَرِيضَةِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 1101: Ahmad bin Al Miqdam Al Ijli menceritakan kepada kami, Bisyr —yaitu Ibnu Al Mufadhdhal— menceritakan kepada kami, Abu Salamah menceritakan kepada kami dari Abu Nadhrah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Aku pernah mengunjungi bibiku Maimunah yang bertepatan dengan malamnya Nabi SAW. Ketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun di malam yang panjang, kemudian beliau menyempurnakan wudhu lalu berdiri mengerjakan shalat. Maka aku pun bangun dan mengambil air wudhu lalu mendatanginya dan berdiri di sampingnya. Ketika beliau mengetahui bahwa aku ingin shalat bersamanya maka beliau menarik tanganku dan memindahkanku ke sisi kanannya. Beliau shalat witir dengan sembilan atau tujuh rakaat, lalu shalat dua rakaat dan setelah itu berbaring dengan meletakkan (memiringkan) sisi badannya sampai terdengar dengusan nafasnya, kemudian iqamah pun dikumandangkan untuk shalat dan beliau pun shalat.” Abu Bakar berkata, “Shalat dua rakaat yang keduanya telah disebutkan oleh Ibnu Abbas di dalam hadits ini mengandung pengertian bahwa yang dimaksudkan adalah shalat dua yang dikerjakan Nabi setelah shalat witir sebagaimana yang dikabarkan oleh Aisyah atau mungkin juga mengandung pengertian bahwa yang dimaksud adalah shalat dua rakaat sunah Subuh yang dikerjakan beliau sebelum melaksanakan shalat fardhu.”

Pengaturan Membaca

Indonesian

System

Pilih Font Arab

Kfgq Hafs

Pilih Font Terjemahan

Kalpurush

22
17

Pengaturan Umum

Tampilkan Arab

Tampilkan Terjemahan

Tampilkan Referensi

Tampilan Terpisah Hadis


Jadilah Bagian dari Sadaqah Jariyah Ini

Bantu kami menghadirkan aplikasi Islami modern tanpa iklan untuk Umat Muslim. Donasi Anda akan tercatat sebagai Sadaqah Jariyah dalam catatan amal Anda, Insya Allah.

Donasi

Sahih Ibn khuzaimah

صحيح ابن خزيمة

Sahih Ibn khuzaimah

Jadilah Bagian dari Sadaqah Jariyah Ini

Bantu kami menghadirkan aplikasi Islami modern tanpa iklan untuk Umat Muslim. Donasi Anda akan tercatat sebagai Sadaqah Jariyah dalam catatan amal Anda, Insya Allah.

Donasi