HADITH.One

Indonesian

Support
hadith book logo

Sahih Ibn khuzaimah

.

صحيح ابن خزيمة

859

صحيح ابن خزيمة ٨٥٩: نا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، ثنا عَبْدُ الْوَهَّابِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْمَجِيدِ الثَّقَفِيَّ، نا أَيُّوبُ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى صَلَاتَيِ الْعَشِيِّ - وَأَكْبَرُ ظَنِّي أَنَّهَا الظُّهْرُ - رَكْعَتَيْنِ، فَأَتَى خَشَبَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ، فَوَضَعَ عَلَيْهَا يَدَيْهِ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى، وَخَرَجَ سَرَعَانُ النَّاسِ، فَقَالُوا: قَصُرَتِ الصَّلَاةُ، وَفِي الْقَوْمِ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، فَهَابَا أَنْ يُكَلِّمَاهُ، وَرَجُلٌ قَصِيرُ الْيَدَيْنِ أَوْ طَوِيلُهُمَا يُقَالُ لَهُ: ذُو الْيَدَيْنِ، فَقَالَ: أَقَصُرَتِ الصَّلَاةُ أَوْ نَسِيتَ؟ فَقَالَ: «لَمْ تَقْصُرْ، وَلَمْ أَنَسَ» ، فَقَالَ: بَلْ نَسِيتَ، فَقَالَ: «صَدَقَ ذُو الْيَدَيْنِ؟» قَالَ: نَعَمْ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ كَبَّرَ، وَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ، ثُمَّ رَفَعَ " وَذَكَرَ بُنْدَارٌ الْحَدِيثَ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قَدْ خَرَّجْتُ هَذَا الْبَابَ بِتَمَامِهِ فِي كِتَابِ السَّهْوِ فِي الصَّلَاةِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 859: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab —-yaitu Ibnu Abdul Majid Ats- Tsaqafi— menceritakan kepada kami, Ayub menceritakan kepada kami dari Muhammad, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah pernah shalat bersama kami pada salah satu shalat petang —menurut dugaanku yang paling kuat adalah shalat Zuhur— dua rakaat, kemudian beliau mengambil batang kayu yang berada di arah kiblat masjid dan meletakkan kedua tangannya di atasnya, salah satu tangannya di atas tangan lainnya. Hal itu kemudian membuat orang- orang saling berbisik gaduh dan berkata, 'Shalat telah di-qashar.' Sementara tengah-tengah kaum terdapat Abu Bakar dan Umar, akan tetapi keduanya merasa sungkan untuk bertanya kepada beliau. Ada seorang Laki-laki —kedua tangannya pendek atau kedua tangannya panjang— yang disebut dengan Dzul Yadaini (pemilik dua tangan) berkata, 'Apakah engkau men-qashar shalat atau engkau lupa?' Beliau menjawab, 'Shalat tidak di-qashar dan aku juga tidak lupa?' Ia lalu berkata, 'Akan tetapi engkau lupa.' Beliau berkata, 'Benar apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain?' Ia menjawab, 'Ya.' Beliau lantas shalat dua rakaat, lalu salam dan kemudian membaca takbir serta sujud seperti sujud sebelumnya atau lebih lama, lalu mengangkat kepalanya.” Bundar telah menyebutkan hadits tersebut. Abu Bakar berkata, “Aku telah menyebutkan bab ini secara lengkap di dalam pembahasan lupa dalam shalat.

Pengaturan Membaca

Indonesian

System

Pilih Font Arab

Kfgq Hafs

Pilih Font Terjemahan

Kalpurush

22
17

Pengaturan Umum

Tampilkan Arab

Tampilkan Terjemahan

Tampilkan Referensi

Tampilan Terpisah Hadis


Jadilah Bagian dari Sadaqah Jariyah Ini

Bantu kami menghadirkan aplikasi Islami modern tanpa iklan untuk Umat Muslim. Donasi Anda akan tercatat sebagai Sadaqah Jariyah dalam catatan amal Anda, Insya Allah.

Donasi

Sahih Ibn khuzaimah

صحيح ابن خزيمة

Sahih Ibn khuzaimah

Jadilah Bagian dari Sadaqah Jariyah Ini

Bantu kami menghadirkan aplikasi Islami modern tanpa iklan untuk Umat Muslim. Donasi Anda akan tercatat sebagai Sadaqah Jariyah dalam catatan amal Anda, Insya Allah.

Donasi
Sahih Ibn khuzaimah: 859 | undefined - Hadith.one